Wednesday, March 18, 2009

TIPS MEMBUAT EFECT

TIPS MEMBUAT EFECT
Lakukan percobaan-percobaan memanipulasi image
dengan resolusi rendah.
Jika anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dalam
memanipulasi suatu image, sebaiknya lakukanlah percobaan
terlebih dahulu pada image tersebut dengan resolusi rendah.
Hal ini dikarenakan hasil manipulasi image tersebut belum
akan dicetak, sehingga anda cukup menggunakan resolusi
maksimum yang dapat ditangani oleh monitor. Monitor
hanya mampu menampilkan image dengan resolusi 72 dpi.
Dengan resolusi rendah apapun yang anda lakukan akan
diproses oleh komputer dengan lebih cepat. Sambil anda
melakukan percobaan, catatlah langkah-langkah yang
dianggap paling baik yang nantinya akan diaplikasikan pada
image dengan resolusi sebenarnya.
Pastikan anda telah memilih resolusi dengan tepat.
Setelah anda yakin dengan manipulasi image yang akan
dilakukan, tentukanlah resolusi image yang akan dicetak
nantinya. Sebaiknya jangan membuat resolusi image yang
terlalu besar karena akan banyak memakan space pada
harddisk, selain itu juga akan memperlambat proses kerja
dari komputer. Namun demikian, jangan pula membuat
image dengan resolusi terlalu rendah karena akan
mengurangi mutu image yang akan dicetak. Sebaliknya bila
sebuah image hanya akan ditampilkan pada monitor saja,
misalkan untuk produk-produk multimedia, jangan
menggunakan resolusi yang terlalu besar cukup 72 dpi saja.
Pastikan anda telah memilih kedalaman warna
dengan tepat.
Biasanya user sering berpendapat bahwa bila kedalaman
warna yang digunakannya tinggi maka hasil yang didapat
Percepat pekerjaan anda dengan shortcut.
Gunakanlah selalu tombol-tombol keyboard yang
dapat mengakses suatu tool atau proses karena hal ini dapat mempercepat kerja anda.
Buka image window baru dari image window aktif yang telah ada untuk
membandingkan pekerjaan anda.
Hal ini dimaksudkan agar anda dapat melihat suatu proses manipulasi image dari dua
sudut pandang yang berbeda, baik manipulasi pada sebagian image maupun secara
keseluruhan, ataupun pada channel-channel yang berbeda. Untuk membuat jendela baru
dapat dipilih View dari menu bar, dan pilihlah sub menu New View.
Simpan seleksi yang sering digunakan.
Dalam membuat sebuah seleksi, terkadang dibutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh
karena itu jika anda membuat seleksi dimana seleksi tersebut akan dipakai kembali,
sebaiknya simpan seleksi tersebut dalam alpha channel. Namun terkadang seleksi dengan
alpha channel mengakibatkan ukuran file menjadi lebih besar. Alternatif lain adalah
menyimpan seleksi dengan path, tetapi kelemahannya path tidak dapat menyimpan warna
gradasi seperti pada alpha channel.
Pisahkan alpha channel dan simpan pada file lain untuk sebuah image yang
telah selesai diproses.
Telah disinggung di atas bahwa alpha channel mengakibatkan ukuran file menjadi lebih
besar, maka untuk image yang telah selesai diproses sebaiknya alpha channel dari image
tersebut disimpan pada file lain, agar ukuran file dari image tadi lebih kecil dan lebih
mudah untuk dilakukannya transportasi file.
Pisahkan layer per layer pada file yang berbeda (khusus untuk file yang besar).
Hal ini dilakukan agar ukuran file tidak terlalu besar sehingga mempermudah apabila
akan dilakukan transportasi file (backup). Selain itu dengan ukuran file yang besar resiko
cacat file akan lebih besar pula. Bagi seorang grafik desainer yang bekerja dengan
komputer, image adalah nyawa dari setiap pekerjaannya, maka apabila ada kerusakan
pada image maka produknya akan gagal. Dengan memisah-misah layer pada file yang
berbeda, maka akan ada kemungkinan yang lebih besar dapat diselamatkannya image/
file bila terjadi kerusakan pada media penyimpanan.

Tuesday, March 17, 2009

ADOBE CONVERT

ADOBE CONVERT

Adobe Photoshop juga mendukung pertukaran dokumen dari program lain, diantaranya: Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Macromedia Firework, Adobe PageMaker, Adobe After Effect, Corel PhotoPaint, CorelDraw, 3D Studio Max, dan lain-lain. Teknik pertukaran dokumen tersebut dengan cara menyimpan format file yang sesuai dan dapat diterima oleh program-program tersebut di atas. Berikut ini penjelasan beberapa format file untuk menyimpan dokumen pada Photoshop.
PSD (Photoshop Document) Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.
BMP (Bitmap Image) Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE. Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed Color, dan Bitmap.
EPS (Encapsuled Postcript) Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.
JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group) Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.
GIF (Graphic Interchange Format) Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.
TIF (Tagged Image Format File) Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.
PCX Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.
PDF (Portable Document Format) Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.
PNG (Portable Network Graphic) Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.
PIC (Pict) Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.

TGA (Targa) Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.

Monday, March 16, 2009

PENGENALAN TOOLS DESAIN GRAFIK

PENGENALAN TOOLS DESAIN GRAFIK
Di atas tadi telah disinggung sedikit tentang Toolbox. Sekarang mari mengenal lebih
dalam akan fungsi-fungsi dari 33 tool yang disediakan oleh Photoshop.
Pada Photoshop versi 4.0/4.01, PENGENALAN TOOLS DESAIN GRAFIK
Di atas tadi telah disinggung sedikit tentang Toolbox. Sekarang mari mengenal lebih
dalam akan fungsi-fungsi dari 33 tool yang disediakan oleh Photoshop.
Pada Photoshop versi 4.0/4.01, tools disusun sedemikian rupa sehingga dapat
dikelompokan berdasarkan fungsinya. Bila anda perhatikan gambar 2.3 dapat dilihat
seluruh tools yang terlihat maupun tersembunyi (flyout), dan pada gambar 2.4 dapat
dilihat nama dari beberapa tools dan pengelompokannya berdasarkan fungsi.
Berikut ini pengelompokan tools berdasarkan fungsinya, serta tools apa saja yang berada di dalamnya:
Kelompok Selection Tools, terdiri dari; Marquee, Magic Wand, Lasso dan Move. Tiga
yang pertama digunakan untuk membuat seleksi dalam sebuah image, tapi seleksi disini
hanya menentukan sebuah area. Untuk memindahkan, meng-copy atau memotong area
yang sudah diseleksi anda harus melakukannya dengan cara lain. Jika ingin memindahkan area yang sudah diseleksi dapat digunakan move tool, untuk meng-copy dapat digunakan Ctrl-C dan untuk memotong digunakan Ctrl-X.
Kelompok Painting and Editing Tools, terdiri dari; Paintbrush tool yang sangat sering
digunakan untuk menggambar dalam Photoshop dimana garis yang ditimbulkan halus
seperti menggambar menggunakan kuas. Airbush tool digunakan untuk menggambar
dengan efek cat semprot. Pencil tool digunakan untuk menggambar dengan garis kasar
seperti menggunakan pensil. Rubber Stamp tool digunakan untuk menduplikasi image
(clone) dari titik tertentu dan meletakkan duplikatnya di titik lain. Focus tool, Toning tool,
Smudge tool digunakan untuk memodifikasi/memperbaiki sebuah area dalam image.
Kelompok Specialized Tools, terdiri dari; Type tool yang digunakan untuk membuat
teks. Path tool digunakan untuk membuat path, yaitu semacam seleksi namun bentuk/
ukuran dari seleksi tersebut dapat diubah-ubah/dimodifikasi dan dapat pula disimpan.
Line tool digunakan untuk menggambar garis lurus. Gradient tool digunakan untuk
membuat multiwarna atau gradasi warna pada sebuah image. Eyedropper tool digunakan untuk mengambil warna dari image. Paint Bucket tool digunakan untuk memberi warna pada area tertentu dalam image.
Kelompok Navigation Tools, terdiri dari; Hand tool digunakan untuk menggeser
tampilan apabila tampilan sebuah image telah melebihi image window yang aktif atau
melebihi bidang layar kerja. Zoom tool digunakan untuk memperbesar/memperkecil
tampilan sebuah image.


tools disusun sedemikian rupa sehingga dapat
dikelompokan berdasarkan fungsinya. Bila anda perhatikan gambar 2.3 dapat dilihat
seluruh tools yang terlihat maupun tersembunyi (flyout), dan pada gambar 2.4 dapat
dilihat nama dari beberapa tools dan pengelompokannya berdasarkan fungsi.
Berikut ini pengelompokan tools berdasarkan fungsinya, serta tools apa saja yang berada di dalamnya:
Kelompok Selection Tools, terdiri dari; Marquee, Magic Wand, Lasso dan Move. Tiga
yang pertama digunakan untuk membuat seleksi dalam sebuah image, tapi seleksi disini
hanya menentukan sebuah area. Untuk memindahkan, meng-copy atau memotong area
yang sudah diseleksi anda harus melakukannya dengan cara lain. Jika ingin memindahkan area yang sudah diseleksi dapat digunakan move tool, untuk meng-copy dapat digunakan Ctrl-C dan untuk memotong digunakan Ctrl-X.
Kelompok Painting and Editing Tools, terdiri dari; Paintbrush tool yang sangat sering
digunakan untuk menggambar dalam Photoshop dimana garis yang ditimbulkan halus
seperti menggambar menggunakan kuas. Airbush tool digunakan untuk menggambar
dengan efek cat semprot. Pencil tool digunakan untuk menggambar dengan garis kasar
seperti menggunakan pensil. Rubber Stamp tool digunakan untuk menduplikasi image
(clone) dari titik tertentu dan meletakkan duplikatnya di titik lain. Focus tool, Toning tool,
Smudge tool digunakan untuk memodifikasi/memperbaiki sebuah area dalam image.
Kelompok Specialized Tools, terdiri dari; Type tool yang digunakan untuk membuat
teks. Path tool digunakan untuk membuat path, yaitu semacam seleksi namun bentuk/
ukuran dari seleksi tersebut dapat diubah-ubah/dimodifikasi dan dapat pula disimpan.
Line tool digunakan untuk menggambar garis lurus. Gradient tool digunakan untuk
membuat multiwarna atau gradasi warna pada sebuah image. Eyedropper tool digunakan untuk mengambil warna dari image. Paint Bucket tool digunakan untuk memberi warna pada area tertentu dalam image.
Kelompok Navigation Tools, terdiri dari; Hand tool digunakan untuk menggeser
tampilan apabila tampilan sebuah image telah melebihi image window yang aktif atau
melebihi bidang layar kerja. Zoom tool digunakan untuk memperbesar/memperkecil
tampilan sebuah image.

Sunday, March 15, 2009

Corel Draw

Corel Draw
Saat ini program Corel Draw banyak digunakan diindustri sesain grafis selain Adobe
Illustarator maupun Macromedia Freehand. Corel Draw ini banyak digunakan untuk
mendesain berbagai macam media publikasi mulai dari majalah, tabloid hingga situs
diinternet dimulai dengan Corel Draw.
Untuk memulai program Corel Draw, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Klik Start
2. Pilih Program>Corel Graphic Suite 11>Corel Draw 11, maka akan muncul kotak
dialog Welcome To Corel Draw.
3. Klik Icon New Graphic untuk memulai menggambar baru
Work area CorelDRAW
Sebelum kita mulai menggambar, ada baiknya kalau kita mengenal terlebih dahulu area
kerja yang ada CoreDRAW 11.
1. Title bar. Menampilkan nama program, lokasi dan nama file yang sedang aktif.
2. Menu bar. Berisi 11 kelompok menu untuk mengakses perintah, sub menu dan
kotak diaolg.
3. Standard menu. Berisi perintah-perintah standar window seperti new, open,
copy, paste, print dll. Juga beberapa perintah CorelDRAW seperti import,
exsport, zoom level dll.
4. Property bar. Berisi icon untuk mengatur parameter suatu perintah atau obyek
yang sedanga aktif.
5. Ruler. Digunakan sebagai alat ukur saat membuat obyek pada halaman kerja.
6. Toolbox. Berisi kumpulan tool untuk mengedit dan menggambar obyek.
7. Drawing window. Area untuk menggambar, apabila kita menggambar diluar area
maka ketika kita print obyek tidak akan tercetak.
8. Scroolbar. Digunakan untuk melihat area sekitar area kerja kita. Kita bisa melihat
area sebelah kanan, atas, kiri, bawah dengan cara menekan dan menahan scrollbar
ini.
9. Page flipper. Dipakai untuk menambah halaman, untuk berpindah dari satu
halaman ke halaman lain.
10. Status bar. Menampilkan posisi mouse, daftar shortcut, serta informasi seperti
warna,ukuran, posisi.

Saturday, March 14, 2009

APAKAH PHOTOSHOP ITU?

APAKAH PHOTOSHOP ITU?
Adobe Photoshop adalah aplikasi paling populer dalam bidang pengeditan gambar. Aplikasi
ini dikeluarkan oleh Adobe Systems Incorporated, yang tersedia dalam dua lingkungan
sistem yaitu pada Macintosh dan komputer berbasis Windows.
Seperti sudah disinggung di atas, dan tidak ada salahnya kalau lebih diperjelas lagi,
bahwa Photoshop adalah sebuah perangkat lunak yang dapat membantu anda dalam
membuat disain-disain grafik ataupun memanipulasi foto, yang hasilnya dapat disimpan
di dalam media penyimpanan (harddisk/disk) dan dapat langsung dicetak.
Untuk lebih mengenal Photoshop mari kita bayangkan contoh berikut. Misalnya anda
ditugaskan untuk membuat sebuah sampul majalah yang di dalamnya digambarkan
seorang tokoh terkenal. Anda pernah memotret tokoh tersebut namun gambarnya kurang
baik dan karena satu dan lain hal pemotretan ulang tidak dapat dilakukan. Hal ini tidak
menjadi masalah, yang perlu anda lakukan adalah memindai (scanning) foto tadi ke
dalam komputer kemudian anda manipulasi foto tersebut dengan cara menghapus uban
di rambut tokoh tersebut, menghilangkan keriput-keriput di wajahnya, dan memberi
sedikit senyuman, yang kesemuanya itu dapat dilakukan dengan relatif mudah di dalam
Photoshop. Bahkan jika anda mau bertindak gila tambahkan atau gabungkan gambar
Superman atau Batman pada gambar tokoh tersebut.
Photoshop memang dibuat khusus untuk memanipulasi foto dan merubah kenyataan
dalam sebuah image, di samping itu juga sangat baik untuk hal-hal yang berhubungan
dengan disain grafik, misalnya mendisain poster, iklan dll. Perangkat lunak ini benarbenar membawa anda untuk berkreasi. Bila kita berhubungan dengan Photoshop, maka kita tidak akan lepas dari apa yang dinamakan image. Dalam image ada beberapa hal penting yang perlu anda ketahui sebelum anda mengenal dan menggunakan Photoshop lebih jauh. Hal-hal tersebut antara lain seperti dijelaskan berikut ini:
Apakah Image itu?
Bayangkanlah sebuah image itu sebagai gambar mosaik yang dibuat dari kotakkotak
porselen yang berwarna-warni. Ketika anda melihat mosaik-mosaik itu dari
Dalam buku ini semua kata yang dicetak dengan huruf miring berarti kata
tersebut mengandung istilah asing yang dengan sengaja tidak diterjemahkan
dalam bahasa Indonesia karena istilah tersebut mengandung informasi dalam
konteks aslinya ataupun istilah tersebut akan janggal bila diartikan/
diterjemahka dekat, maka akan terlihat seperti porselen yang anda gunakan untuk mendekor
kamar mandi anda. Anda akan melihat porselen itu secara individu bukan sebagai
image secara kesuluruhan. Tetapi bila anda melihatnya dari jauh, porselen-porselen
tersebut akan kehilangan difinisinya secara individu dan akan tergabung menjadi
satu menciptakan sebuah image yang dapat dilihat secara keseluruhan.
Pada keadaan yang sebenarnya image terdiri dari pixel-pixel yang tadi kita
gambarkan sebagai kotak-kotak porselen. Tentu saja ada perbedaan antara pixel
dan kotak porselen. Satu pixel dapat diisi satu warna yang diambil dari 16 juta
warna yang ada sedangkan kotak porselen terdiri dari variasi batu granit dan pasir
yang biasanya hanya dapat diwarnai dengan warna-warna yang terbatas.
Resolusi
Resolusi adalah istilah yang dipakai untuk mengambarkan banyaknya titik dalam
satu inci persegi atau dikenal dengan istilah dpi (dot per inch) atau dapat pula
banyaknya titik dalam satu cm. Pada layar monitor titik tersebut dinamakan pixel
sedangkan pada printer dinamakan lines. Resolusi sebuah gambar perlu ditentukan
terlebih dahulu dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang cukup sehingga
dari informasi tersebut kita dapat menghasilkan output yang baik dengan tetap
berusaha mendapatkan file yang sekecil mungkin.
Monitor dan printer mempunyai perbedaan yang mendasar dalam menampilkan
gambar. Pada monitor apa yang kita lihat adalah barisan pixel, sedangkan pada
printer adalah titik-titik halftone. Monitor hanya mampu menampilkan 72 dpi
sedangkan printer mempunyai resolusi yang berbeda-beda mulai dari 85 lpi sampai
1440 lpi. Sebagai catatan perbandingan yang baik antara resolusi gambar pada
komputer dan hasil cetak berkisar antara 1,5:1 atau 2:1.

Friday, March 13, 2009

Desain Grafis

Desain Grafis
Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis antara lain : Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi. Sedangkan Jessica Helfand mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat. Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi. Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition). Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual. Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya. 1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout) Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah: - Adobe FrameMaker - Adobe In Design - Adobe PageMaker - Corel Ventura - Microsoft Publisher - Quark Xpress